Entri Populer

Jumat, 16 Maret 2012

menulis sebagai proses berfikir

Menulis sebagai proses berfikir, merupakan cara yang baik untuk menuangkan apa yang ada di dalam pikiran kita ke dalam sebuah penulisan yang baik, dan dapat menarik perhatian orang lain. Karena dengan menulis kita dapat melatih otak kita dalam menuangkan sebuah karya tulisan yang mungkin saja bermanfaat bagi orang lain.

Pengertian menulis sebenarnya sangat beragam tergantung dari sisi mana seseorang mendefinisikannya. Akan tetapi pengertian menulis seungguhnya tepat jika emuat bebrapa unsur diantaranya adalah melewati proses berpikir atau menggunakan pikirannya untukmenulis. Jadi menulis itu dapat juga dimaknakan sebagai penyampaian ide dan pikiran memlalui media tulisan.

Menulis merupakan suatu cara untuk mengetahui dan menemukan apa yang diketahui oleh seseorang yang terekam dalam pikirannya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Pengertian dan hakikat menulis dimaksudkan adalah bahwa untuk melakukan kegiatan menulis diperlukan kegiatan berpikir atau ketika seseorang ingin menulis, ia menggunakan pikirannnya agar ia dapat menghasilkan tulisan.

Menulis sebagai suatu proses menuangkan gagasan atau pikiran dalam bentuk tertulis. Menulis sebagai proses berpikir berarti bahwa sebelum dan atau saat-setelah menuangkan gagasan dan perasaan secara tertulis diperlukan keterlibatan proses berpikir. Proses berpikir menurut Moore dkk memiliki sejumlah esensi: mengingat, menghubungkan, memprediksikan, mengorganisasikan, membayangkan, memonitor, mereviu, mengevaluasi, dan menerapkan. Jadi Pengertian dan hakikat menulis sesungguhnya  memuat tentang suatu proses berpikir , gagasan yang dituangkan dalam kalimat/paragraf dapat dianalisis kelogisannya.
Menulis dan proses berpikir berkaitan erat dalam menghasilkan suatu karangan yang baik. Dan karangan yang baik merupakan manifestasi dari keterlibatan proses berpikir. Dengan demikian, proses berpikir sangat menentukan lahirnya suatu karangan yang berkualitas. Hal itu berarti bahwa penulis harus mampu mengembangkan cara-cara berpikir rasional. Tanpa melibatkan proses berpikir rasional, kritis, dan kreatif akan sulit menghasilkan karangan yang dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya.

Pappas mengemukakan bahwa menulis sebagai proses berpikir merupakan aktivitas yang bersifat aktif, konstruktif, dan penuangan makna. Pada saat menulis siswa dituntut berpikir untuk menuangkan gagasannya berdasarkan skemata, pengetahuan, dan pengalaman yang dimiliki secara tertulis. Dalam proses tersebut diperlukan kesungguhan mengolah, menata, mempertimbangkan secara kritis, dan menata ulang gagasan yang dicurahkan. Hal tersebut diperlukan agar tulisan dapat terpahami pembaca dengan baik.

Namun, semakin tinggi pendidikkan kita atau semakin berkembang pekerjaan kita, tentunya keterampilan menulis harus ikut meningkat. Mengapa? Karena akan ada Manfaat Menulis yang kita butuhkan.

Banyak manfaat dari menulis mulai dari menulis sesuatu yang sederhana misalnya menuliskan daftar belanjaan supaya tidak lupa ketika kita sampai di toko sampai hal yang rumit misalnya membuat skripsi sebagai syarat kelulusan. Tulisan sederhana ataupun rumit akan tetap bernilai penting apabila kita merasakan manfaatnya.


Kalau begitu, apa sih manfaat menulis?
  1. Untuk menghilangkan stress. Dengan menulis kita bisa mencurahkan perasaan sehingga tekanan batin yang kita rasakan berkurang sedikit demi sedikit sejalan dengan tulisan. Tulisan yang kita buat bisa tentang apa yang sedang kita rasakan ataupun menuliskan hal lain yang bisa mengalihkan kita dari rasa tertekan tersebut (stress). Dengan demikian, kesehatanfisik dan mental kita akan lebih terjaga.
  2. Alat untuk menyimpan memori. Karena kapasitas ingatan kita terbatas, maka dengan menuliskannya, kita bisa menyimpan memori lebih lama. Sehingga ketika kita membutuhkannya, kita akan mudah menemukannya kembali. Misalnya, menuliskan peristiwa-peristiwa berkesan di diari, menuliskan setiap pendapatan dan pengeluaran keuangan, menulis ilmu pengetahuan atau pelajaran, menuliskan ide/gagasan, menuliskan rencana-rencana, target-target dan komitmen-komitmen.
  3. Membantu memecahkan masalah. Ketika kita ingin memecahkan suatu permasalahan, maka kita bisa membuatdaftar dengan menuliskan hal-hal apa saja yang menyebabkan masalah itu terjadi dan hal-hal apa saja yang bisa membantu untuk memecahkan masalah tersebut.
    Cara seperti itu akan lebih memudahkan kita dalam melihat duduk permasalahan dengan tepat yang pada akhirnya bisa memberi pemecahan yang tepat pula dalam jangka waktu yang relatif lebih cepat.
  4. Melatih berfikir tertib dan teratur. Ketika kita membuat tulisan khususnya tulisan ilmiah atau untuk dipublikasikan, maka kita dituntut untuk membuat tulisan yang sistematis sehingga pembaca bisa mengerti apa yang sebenarnya ingin kita sampaikan.
  5. Sumber penghasilan. Orang pasti selalu membutuhkan bacaan baik itu bacaan fiksi (cerpen, novel, puisi, dll.) maupun nonfiksi (berita, ilmu pengetahuan, dll.). Baik bertujuan untuk menambah ilmu pengetahuan atau hanya sekedar hiburan saja. Bagi orang yang pandai menulis, tentu saja menulis akan menjadi sumber penghasilannya.